Pesawat Malaysia Airlines terdeteksi di Pantai Cahaya Bulan

Senin, 10 Maret 2014

post

Pesawat Malaysia Airlines terdeteksi di Pantai Cahaya Bulan - Berdasar pengakuan nelayan Kelantan - Dua warga Kelantan mengaku melihat cahaya dari pesawat Malaysia Airlines di Pantai Cahaya Bulan pada saat musibah terjadi Sabtu lalu.
Dua warga Kelantan mengaku melihat cahaya dari pesawat Malaysia Airlines di Pantai Cahaya Bulan pada saat musibah terjadi Sabtu lalu.
Inhilklik.com - Memasuki proses pencarian hari keempat atas hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370, berbagai petunjuk terus dikumpulkan.

Sebuah petunjuk keberadaan pesawat Malaysia Airlines muncul dari wilayah Kelantan. Dua laporan dari nelayan berhasil masuk ke meja pihak berwenang di Malaysia.

Laporan tersebut menyebutkan, salah satu yang melihat dan melaporkan adalah pemancing bernama Azid Ibrahim. Pria berusia 66 tahun itu mengklaim melihat sebuah pesawat terbang rendah.

Ketika itu ia sedang berada di laut dengan temannya, sekitar 14,4 km dari Kuala Besar di Pantai Cahaya Bulan, Kelantan pada hari Sabtu 8 Maret pukul 01.30 dini hari.

“Pesawat itu menuju perairan internasional. Pesawat itu terbang sangat rendah sehingga bisa melihat lampu sebesar kelapa,” kata Azid seperti dilansir The Star Malaysia, Selasa (11/03/2014).

Saat itu, Azid mengaku sedang bersama temannya, Pak De. Sementara 5 pemancing lain sedang tidur di perahu.

Laporan lain datang dari seorang pria di Ketereh yang masih wilayah Kelantan atau sekitar 30 km selatan dari Kota Baru yang juga mengklaim melihat cahaya putih terang yang diyakini sebuah bayangan pesawat.

Pebisnis Alif Fathi Abdul Hadi meyakini itu adalah pesawat yang turun dengan kecepatan tinggi pada pukul 01.45 di hari yang sama saat pesawat Malaysia Airlines MH370 hilang.

“Saya berada di kompleks rumah ketika melihat pesawat terbang rendah menuju Bachok dan turun dengan sangat cepat,” ungkap pria berusia 29 tahun itu.

Alif menuturkan, ia malah baru mengetahui Pesawat Boeing 777-200ER milik Malaysia Airlines itu hilang pada hari berikutnya, Minggu 9 Maret.

Ia pun memutuskan untuk melaporankan penglihatannya di kantor Badan Penegakan Maritim Malaysia di Tok Bali akhir Minggu malam.

Pesawat Boeing 777-200ER yang membawa 227 penumpang, termasuk 2 bayi dan 12 awak hilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing menghilang, sekitar 1 jam setelah lepas landas dari Bandara Internasional KL pada pukul 0.41 pada hari Sabtu 8 Maret. Pesawat tersebut seharusnya mendarat di Beijing, China pada pukul 06.30 waktu setempat. | licom